Read Lovasket by Luna Torashyngu Online

lovasket

Hidup Vira hancur ketika ayahnya dituduh melakukan korupsi dan harus dipenjara. Mendadak Vira kehilangan harta benda, kedudukannya sebagai ketua geng The Roses, teman-teman, pacar, bahkan dia dikeluarkan dari sekolahnya, SMA Altavia, SMA paling elite di Bandung. Akibatnya Vira jadi mogok hidup, juga mogok main basket yang sebetulnya merupakan "hidupnya". Dia merasa tidak aHidup Vira hancur ketika ayahnya dituduh melakukan korupsi dan harus dipenjara. Mendadak Vira kehilangan harta benda, kedudukannya sebagai ketua geng The Roses, teman-teman, pacar, bahkan dia dikeluarkan dari sekolahnya, SMA Altavia, SMA paling elite di Bandung. Akibatnya Vira jadi mogok hidup, juga mogok main basket yang sebetulnya merupakan "hidupnya". Dia merasa tidak ada gunanya punya teman lagi, karena terbukti teman-teman hanya mendampinginya saat dia berada pada puncak hidupnya.Niken adalah Ketua OSIS SMA 31, SMA kecil di pinggiran Bandung. SMA 31 memutuskan akan memangkas anggaran ekskul sehingga ekskul-ekskul yang tidak berprestasi akan dihapuskan. Ini jadi tugas besar bagi Niken: dia harus menyeleksi ekskul mana yang akan dipertahankan dan mana yang harus dihapus. Di antara dilema besar ini, Niken melihat salah satu cara untuk menyelamatkan ekskul basket. Mungkin kalau dia bisa membujuk murid baru itu untuk bergabung dengan ekskul basket, ekskul ini bisa selamat. Selain itu, mungkin Niken juga bisa membuat murid baru yang kelihatan depresi itu lebih ceria. Mungkin Niken bisa membuat Vira tersenyum lagi.......

Title : Lovasket
Author :
Rating :
ISBN : 9792229493
Format Type : Paperback
Number of Pages : 312 Pages
Status : Available For Download
Last checked : 21 Minutes ago!

Lovasket Reviews

  • Biondy
    2019-03-05 08:06

    Lovasket bercerita soal Vira, seorang gadis kaya yang memiliki pengaruh terbesar di SMA Altavia, SMA terelit se-Bandung. Kaya, pemain andalan tim basket putri, dan juga pacar anak ketua yayasan sekolah menjadikan Vira "it" girl di sekolahnya.Tapi semuanya berubah ketika negara api menyerang (candaan basi tau) ketika ayahnya dituduh korupsi. Bukan saja sang ayah harus masuk penjara, rumah tempat tinggal Vira dan barang-barang di dalamnya pun disita.Menjalani kehidupannya di sekolah baru yang jauh lebih jelek ketimbang sekolah awalnya, Vira berubah menjadi sosok tertutup. Dia tidak mau berteman dengan siapa pun. Bahkan dia juga menjauh dari basket. Lalu bagaimana dia akan menghadapi semua tantangan hidupnya?Setelah membaca Lovasket, saya langsung mengerti kenapa novel ini bisa jadi salah satu teenlit terpopuler yang dicetak berulang kali di Indonesia. Ceritanya ringan, sederhana, dan penuh dengan energi.Ceritanya memang bisa dibilang tipikal tokoh kaya yang menjadi miskin dan belajar tentang arti persahabatan sebenarnya dan digabung dengan bagaimana salah satu klub terburuk di sebuah sekolah bisa menjadi yang terbaik karena kedatangan satu orang baru, tapi cara meramu ceritanya betul-betul asik dan membuat orang ingin membaca sampai selesai.Jujur belakangan saya agak kurang suka baca teenlit (duh, gue mulai tambah tua deh), tapi Lovasket adalah pengecualian.

  • Rihma
    2019-03-14 07:45

    Lovasket by Luna TorashynguMy rating: 5 of 5 starsISBN : 9792229493 Judul Novel : LovasketPengarang : Luna TorashynguPenerbit : Gramedia Pustaka UtamaKota Penerbit : JakartaTahun Terbit : 2007Jumlah Halaman : 312 HalamanNovel ini mengisahkan Savira Priskilla (Vira), puteri tunggal seorang Direktur Bank Central Buana. Ia bersekolah di SMA Altavia, sebuah SMA Elit di Bandung. Vira mewakili SMA Altavia dalam Turnamen Bola Basket se-Jawa-Bali dan menjadi MVP alias pemain terbaik dan top score. Vira merupakan ketua dari geng putri yang sangat berpengaruh di SMA Altavia, sebutan gengnya adalah “The Roses”. “The Roses” beranggotakan 5 anggota yaitu Vira, Amel, Stella, Lisa, dan Diana. Kelima anggota geng ini mempunyai latar belakang keluarga yang berbeda-beda. Dan karena perbedaan itu “The Roses” dianggap paling powerfull. Geng yang mempunyai motto “ BE PARTY, BE HAPPY !!! ” ini, sangat hobi hangout, shopping, nonton, clubbing, jalan-jalan di mal, pokoknya suka have fun dan party-party. Status Vira sebagai ketua geng putri “The Roses”, atlet basket andalan sekolah, dan pengurus OSIS bidang olahraga membuatnya menjadi orang paling berpengaruh di sekolahnya, paling tidak di kalangan putri. Terlebih lagi Vira juga menjalin hubungan dengan Robi anak kelas 3 sang atlet basket, putera dari ketua yayasan yang menaungi SMA Altavia, tak heran jika Vira seakan - akan menjadi “Top Girl” di SMA Altavia.Suatu hari, hidup Vira yang mewah berubah drastis. Semua harta benda orang tuanya disita oleh kejaksaan. Ini karena Papa Vira dituduh korupsi, hingga membuatnya harus mendekam di balik jeruji besi dengan waktu yang cukup lama. Tak hanya itu, Vira harus rela dikeluarkan dari SMA Elit itu. Dan tinggal dirumah kontrakan kecil seadanya bersama ibunya. Selain nasib yang menimpanya itu, Vira juga terpukul atas apa yang telah di perbuat oleh Stella, Lisa, dan Diana, teman - teman yang dekat dengannya kini menjauhinya, terkecuali Amel. Namun, Amel pun diancam oleh Stella, Lisa dan Diana untuk ikut memusuhi Vira. Vira merasa heran melihat perbuatan teman – teman dekatnya. Dulu, mereka saling tolong - menolong dan sekarang saat Vira sedang membutuhkan bantuan, mereka malah meninggalkan dan memusuhi Vira. Sejak saat itu Vira telah berubah. Vira sangat membenci basket yang selama ini sudah mendarah daging dalam dirinya, dia menjadi tertutup dan jarang sekali merawat rambutnya.Kini Vira sekolah di SMA 31, sekolah yang terletak di pinggiran kota. Dia menemukan teman baru yaitu Niken, yang dalam resensi novel lovasket ini menjadi sang ketua OSIS sekaligus anak seorang penjual krupuk langganan Ibu Vira. Niken berjanji akan membantu Ibu Vira untuk mengembalikan keceriaan Vira. Usaha Niken untuk mendekati Vira selalu mendapat sambutan dingin, namun Niken tidak pantang menyerah. Perjuangan Niken akhirnya membuahkan hasil, kini Vira mulai terbuka terhadap Niken. Ibu Vira juga berusaha untuk memberikan semangat kepada Vira. Ibu Vira menceritakan sedikit tentang kehidupan Niken yang jauh lebih menyedihkan daripada kehidupan Vira saat ini. Dan Niken lambat laun dapat bangkit kembali dari kesusahan hidupnya.Di akhir tahun pelajaran akan diadakan penghapusan ekskul yang dianggap tidak dapat menunjukkan prestasi yang membanggakan sekolah, basket salah satunya. Niken berencana mengikutsertakan tim basket SMA 31 di Turnamen Bola Basket Antar-SMA Se-Bandung Raya agar ekskul Basket tidak di hapus dari sekolah. Niken pun berusaha keras untuk mengajak Vira agar Vira mau bergabung dengan tim basket SMA 31. Suatu hari, Diana datang kerumah Vira. Vira pun masih sakit hati terhadap perbuatan Diana saat Vira sedang kesusahan. Kedatangan Diana ke rumahnya hanya untuk mengatakan bahwa dia “hamil”. Lantas mengapa Diana tidak datang ke tempat sahabat-sahabatnya, Stella dan Lisa, justru Diana datang kepada Vira yang jelas-jelas bukan sahabatnya lagi. Vira pun acuh tak acuh terhadap perkataan Diana. Hingga suatu pagi Vira di kagetkan oleh telepon yang berasal dari Diana. Ternyata Diana mengucapkan kata terakhir kalinya kepada Vira. Diana bunuh diri dan membuat Vira terpukul karena sikapnya yang acuh tak acuh saat Diana datang kepadanya.Akhirnya Vira mau bergabung dengan tim basket SMA 31. Awalnya masuknya Vira sebagai tim inti basket cewek mengundang protes dari kapten tim dan beberapa anak lain. Namun, Vira bergabung setelah semua anggota tim basket tercengang melihat kemampuan Vira yang berskill tinggi. Dengan bergabungnya Vira di dalam tim basket SMA 31, Vira menjadi dekat dengan Rey yang merupakan atlet basket cowok SMA 31. Sekembalinya Vira ke dunia basket membuat Vira dapat pulih seperti Vira yang dulu. Untuk mengasah kemampuan bermain basket Vira, hampir setiap malam minggu Vira bersama dengan Rey mengikuti pertandingan streetball. Kedekatan Vira dengan Rey membuat Niken yang selama ini memendam cinta untuk Rey, cemburu. Dan sempat menimbulkan konflik. Suatu sore, tim basket SMA 31 melakukan pertandingan persahabatan antara SMA 23. SMA 31 unggul daripada SMA 23 dengan skor yang cukup baik, tapi kemenangan tim SMA 31 mendapat sambutan yang tidak baik dari anggota tim. Konflik baru kembali muncul antara Vira dengan Rida sang kapten basket putri SMA 31 yang tidak terima karena Rey lebih membela Vira sebagai anak baru daripada Rida. Sejak konflik tersebut, Vira berusaha untuk memberikan penjelasan kepada Rida. Suatu hari, Vira mengajak Rida ke C-Tra Arena untuk melihat latihan anak-anak SMA Altavia bermain basket. Namun, keberuntungan sedang tidak ada di pihak Vira, saat mereka berdua akan meninggalkan arena, Vira dan Rida bertemu dengan Stella dan Lisa. Stella berniat mengajak bertanding Vira 1 on 1 , tawaran itu diterima oleh Vira karena Vira ingin menyelamatkan Rida. Vira dapat dikalahkan oleh Stella, semuanya terjadi karena Vira hanya ingin mengalah saja. Rida akhirnya tetap bersatu bersama Vira untuk berjuang memenangkan turnamen basket antarsekolah.Usai pertandingan selesai, seperti biasa Vira diantar pulang oleh Rey. Vira kaget karena yang ada di hadapannya bukan sang Ibu, tapi sang Papa. Betapa bahagianya Vira karena Papanya terbukti tidak bersalah sehingga semua harta keluarga Vira dapat kembali seperti dulu. Hingga pada akhirnya, SMA 31 besok berhadapan dengan SMA Altavia. Di luar dugaan Vira, malam harinya, Robi datang kerumah Vira dengan maksud yang tertentu. Akhirnya puncak pertandingan tiba. Pertandingan ini merupakan . SMA Altavia mewakili“pertempuran” dari 2 sekolah yang berbeda 180 sekolah mewah yang ada di pusat kota, sedangkan SMA 31 yang terletak di pinggiran kota mewakili sebagian besar sekolah yang ada di Indonesia. Dan juga pertandingan ini merupakan pertarungan pribadi antara 2 pemain basket SMA terbaik di Bandung, Stella Winchest dari SMA Altavia dan Savira Priskila dari SMA 31. Pertandingan ini sekaligus membuktikan siapa yang pantas disebut “Best of the Best”.Pertandingan hampir dimulai, namun Vira belum juga muncul. Pertandingan pun dimulai tanpa adanya Vira. Kata Niken, Vira datang terlambat karena ia ada urusan dengan Stephanie, salah seorang alumnus SMA Altavia yang mengerti benar sifat Robi. Meski akhirnya SMA 31 kalah, karena SMA Altavia yang berkaptenkan Stella mantan sabahat Vira itu berbuat curang. Gelar Top Scorer telah jelas di raih oleh Stella, tapi gelar MVP diterima oleh Vira dari SMA 31. Tugas Vira untuk membantu tim basket agar tidak di hapus telah selesai, namun Vira masih mempunyai tugas yang harus segera ia selesaikan. Vira mejelaskan semua tentang kedekatannya dengan Rey kepada Niken. Meski keluarga Vira dapat kembali seperti dulu, Vira tetap bersekolah di SMA 31. Karena disini Vira sudah merasa nyaman. Amel, sahabat Vira memutuskan untuk pindah ke sekolah Vira dan Niken. Liburan semester tiba. Vira berlibur ke Australia, disana dia menemukan cintanya. Dialah Kak Aji yang mendapat beasiswa kuliah di University of Sydney, Australia. Dan ternyata Kak Aji adalah kakak Niken.View all my reviews

  • Manami Lydia
    2019-03-20 05:53

    Gw pertama kali cari-cari novel tentang basket tuh waktu selesai nonton Kuroko... (yep, another great sport anime after Slam Dunk) Dan akhirnya nyasar ke novel Luna lagi. Awalnya, seperti umumnya novel teenlit, cukup flat dan bikin gw sukses ketiduran. Belum lagi segala tetek bengek soal hidup mewah ala Vira yang bikin gw pengen ngelempar ke tong sampahmemperlakukan novel ini dengan sangat tidak berperi-bukuan.Somehow, gw berhasil bertahan membaca lembar-lembar alay kehidupan Vira Priskila si borju SMA Altavia ini. Dan bagian yang paling absurd adalah "kejatuhan" Vira karena bokapnya terlibat skandal korupsi, karena menurut gw kurang realistis jika dibandingkan dengan kehidupan An*s... Jujur aja nih, gw pikir Luna luar biasa kuper naif kalo menggambarkan tersangka korupsi DI INDONESIA langsung bangkrut mendadak jatuh miskin sampe sepatu basket mahal putrinya disita segala. Pret.Tapi untuk adegan pertandingan, gw harus kasih dua jempol. Gw sangat terbius dengan setiap pertandingan basket, setiap kalimat seolah membuat gw ada dalam pertandingan tersebut. Luna sangat menguasai topik, tapi istilah basketnya minimal dan tetep ramah pembaca yang awam soal basket.Karena novel ini genrenya teenlit, mungkin aja ada keharusan menyelipkan bumbu cinta, tapi menurut gw kadarnya cukup. Novel ini oke. Sayangnya penggambaran plot diluar basket kurang membumi, terlalu sinetron dan merusak kesan terhadap buku, apalagi melihat konflik yang sepertinya terlalu mudah selesai.

  • Raisa
    2019-03-15 09:53

    "Tim ini punya seorang pemain hebat, yang bisa mewujudkan mimpi dan harapan pemain lainnya jadi kenyataan." - hlm 230-231. Aku agak kaget dengan konflik dari buku ini, sebenernya. Kenapa? Di kovernya terlihat jelas, bahwa sang cewek (kemungkinan besar Vira) itu berlatih basket sama seorang cowok. Aku kira, cowok itu adalah Niken. Wkwkwk, yup, aku kira Niken itu cowok. Apalagi di bagian akhir sinopsis "mungkin Niken bisa membuat Vira tersenyum lagi" itu tuh keliatan kayak cowok yang pengen cewek yang disayanginya senyum. -__- Ditambah kovernya yang mendukung dan aku tetep mikir kalo ini novel romance. Ternyata ini novel friendship. :) Dimulai dengan segala macam kemewahan hidup Vira, yang cenderung boros. Kemana-mana pasti selalu beli ini beli itu, dugem sampe pagi, pokoknya ciri khas cewek borju. Vira juga adalah seorang yang "berpengaruh" di SMA Altavia, kayak dia bintang basket, cantik, ditambah kedekatan dia dengan Robi, anak pemilik yayasan sekolah itu. Selain itu, kedudukan dia sebagai ketua geng "The Roses" juga menambah pengaruh dia di SMA ini. Masalah pelik muncul ketika ayahnya dituduh korupsi. Padahal, ayahnya selama ini hidup bersih, gak pernah sekalipun korup. Tapi selama "dalang"-nya belum ditangkap, bukti-bukti terus memberatkan ayahnya. Jadilah, Ibunya dan Vira terpaksa pindah dari rumah dan fasilitas mewah mereka yang telah disita pihak kejaksaan. Tapi Vira masih bisa bernapas lega selama ia belum dikeluarkan. Ditambah pengaruh Robi yang kuat untuk meminta anak-anak Altavia tidak mengerjai atau mencemooh Vira, sampai saat ini Vira baik-baik saja. Tapi malam itu, Robi kecewa sekali dengan Vira, dan berhenti menyayanginya. Esok paginya, Vira sudah tidak ada apa-apanya lagi di sekolah. Bahkan "The Roses" yang terdiri atas Stella, Diana, Lisa dan Amel pun bubar dan tak ada satupun temannya yang mau menghiburnya. Dia dibuang begitu saja oleh (tentu aja) Stella, orang kedua yang berpengaruh setelah Vira di "The Roses". Semua anak mencemoohnya, yang pastinya, berada di bawah tekanan Stella. Puncaknya, ia dikeluarkan dari SMA Altavia hanya karena masalah ini dianggap mencoreng nama baik sekolah. Pindah sekolah, membuat Vira mempunyai hidup yang tertutup. Ia tidak mempercayai yang namanya persahabatan, juga enggan menjadi Vira yang ceria lagi. Bahkan ia tidak menyentuh basket sama sekali. Seakan membuang seluruh hidupnya yang dulu, dan membuat hidup baru yang suram. Ia sekarang bersekolah di SMA 31, SMA yang berada di pinggiran Bandung dengan ketua OSIS-nya Niken. Sebagai ketua OSIS, Niken diharuskan untuk menyeleksi ekskul mana yang bisa membanggakan nama sekolah. Demi Rei, sahabatnya dan juga ketua klub basket, Niken pun berusaha untuk menyelamatkan ekskul basket. Kebetulan, ia kenal dengan Vira, teman sekolahnya yang jago basket. Niken pun berjanji pada Ibu Vira, yang adalah tetangganya, untuk mengembalikan hidup Vira. Pelan tapi pasti, ia berusaha mendekatkan diri kepada Vira yang anaknya menjadi tertutup. Apakah Vira berhasil keluar dari kesuraman hidupnya? Dan bisakah dia untuk memegang lagi bola basket kesayangannya itu? Cuman di Lovasket kamu bisa menemukan pertandingan basket yang seru dan menegangkan dengan ikatan persahabatan yang erat."Keluarga kita memang sedang mengalami masa-masa sulit. Ini cobaan dari Tuhan, dan kita sebagai manusia harus bisa melaluinya. Kita memang harus berubah untuk menghadapi semua ini. Tapi bukan berarti mengubah diri kita seluruhnya." - hlm 109. Baca review selengkapnya di artrevoir.blogspot.com.

  • Yosi
    2019-03-27 12:02

    Ketika saya bertanya pada seorang murid saya tentang novel teenlit yang layak baca, dia merekomendasikan sejumlah buku yang menurutnya menarik. Salah satunya Lovasket. Seperti novel teenlit kebanyakan, Lovasket juga bercerita tentang dunia remaja yang penuh dengan permasalahan sekolah, persahabatan, cinta dan keluarga. Gaya penyampaian Luna yang tetap berpaku pada kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar dengan tidak meninggalkan kekhasan dunia remaja yang gaul dan santai membuat novel ini (menurut saya) tetap enak dibaca oleh berbagai kalangan. Lovasket menawarkan sebiah kisah kehidupan seorang remaja bernama Vira, seorang anak kaya yang tadinya bersekolah di sekolah elit, Altavia. Ketika ayahnya dituduh korupsi, Vira dan keluarganya terpaksa harus rela kehilangan seluruh harta kekayaan yang disita negara. Vira dan keluarganya terpaksa pindah ke lingkungan yang biasa-biasa saja dan masuk ke sekolah negri pinggiran. Vira mendapatkan sikap teman-teman elit yang selama ini dikenalnya mendadak berubah. Sementara di sekolah yang baru, Vira disibukkan oleh Niken, ketua OSIS yang terus saja membujuk Vira agar bersedia menghidupkan kembali klub basket sekolah itu. Perjuangan Vira bukannya tanpa liku. Tantangan terakhirnya adalah membawa tim sekolah barunya berhadapan dengan raksasa basket, tim basket Altavia, sekolah lamanya.Plot semacam ini bisa dibilang bukan plot asing lagi dalam kisah-kisah teenlit. Saya merasa diingatkan dengan plot film Hollywood Bring it On 2 yang secara garis besar mirip dengan kisah ini. Bedanya, Lovasket bermain-main dengan basket sementara Bring it On 2 bermain-main dengan duni cheerleader. Saya nyaris meremehkan cerita ini dan berkomentar “Ih, niru film barat nih…” Untuk membuktikan hipotesa itu saya mencoba bertaha dengan terus membaca sampai selesai dan saya keliru.Luna betul-betul pandai dalam membangun plot cerita. Awalnya plot yang ditawarkan memang mirip dengan tema kebanyakan. Namun Pengembangan plot yang kaya dan cantik membuat kesan itu makin pudar setiap kita membuka halaman demi halaman novel ini. Cara Luna mendeskripsikan basket dan menjalin masalah demi masalah khas remaja sungguh oke. Kisah tambahan Niken dan ancaman pembubaran ekskul basket oleh kepala sekolah baru Vira saya anggap sebagai twist yang kreatif dari sebuah plot klise.Selama ini saya selalu meremehkan novel-novel tema teenlit. Tapi untuk Luna dan Lovasketnya, sepertinya saya harus melakukan standing ovation seperti yang dilakukan oleh Stephanie, mantak kapten basket Altavia terhadap Vira dan tim basket barunya. Dengan gaya ringan khas teenlit, Lovasket mampu menyampaikan pesan-pesan bagi para remaja tentang persahabatan, kompetisi dan prestasi. Buat yang suka cerita teenlit yang berbobot dan mengalir tanpa lovey-dovey stuff yang kental, Lovasket benar-benar saya rekomendasikan. Eh, saya dengar katanya ini sudah dibuat versi FTVnya. Ada yang udah nonton? Sama asyiknya dengan novelnya kah?

  • Nhana Syifa
    2019-03-20 08:46

    novel karangan Luna torashyngu ini ceritanya sangat menarik untuk dibaca.Novel ini menceritakan tentang seorang anak SMA yang bernama Vira.Ia sekolah di SMA Altavia,ayahnya seorang direktur,ia anak tunggal dan pokoknya perfect dech!!!!!!!!!!ia sangat menggemari olah raga basket dan ia sendiri telah menyatakan bahwa basket adalah jalan hidupnya.Namun setelah orangtuanya jatuh bangkruthidup Vira berubah 180 derajat.Ia semakin dijauhi teman2nya,karena salah satu syarat menjadi siswa di SMA Altavia adalah anak orang kaya dan terpandang.setelah kejadian tersebut,Vira kemudian pindah sekolah dengan tujuan mencari teman dan suasana sekolah yang baru.Die berharap dengan sekolahnya yang baru di bisa melupakan teman2 SMAnya pada masa lalu.Disekolah barunya dia telah menemukan sahabat2 sejatinya yaitu sahabat yang bisa menerima dia dalam keadaan bagaimanapun dan kala ia sesau maupun senang, sekaligus ia disana menemukan jati dirinya sendiri yaitu pemain basket yang handal, dan dengan ini maka semangat bermain basketnya kian mem bara.Kelebihan novel ini adalah dapat memotivasi para pembacanya bahwa janganlah terpuruk dalam kesedihan yang terlarut-larut,maka segeralah bangkit dan menemukan semangat yang baru,gaya bahasanya mudah difahami,ceritanya dapat menyeret emosi pembaca.Kekurangan novel ini ada satu cerita yang membingungkan.

  • Olivia
    2019-03-13 08:47

    Ceritanya bagus dan unik blum ada saingannya.di cerita ini lebih difokuskan ke topik basket ,keluarga,serta pertemanan.memang pertamanya mbosenin bgt tentang harta vira yg hilang dalam sekejap karena papanya dituduh mengambil/korup lah di bank tempat papanya kerja senilai 2 triliun.yg bagus di tengah tengahnya rei nembak vira pasti yg dikira baca buku rei suka sama vira yg pasti membuat semua org tertipu karena di bagian hal belakang belakang dijelaskan kata kata lanjutan rei kepada vira.tu yg bikin gw sebel abis!!!!the endnya lumayan untuk menghilangkan rasa sebel gw karena akhirnya vira jadian ma kakaknya Niken kak aji dan sekolahnya vira meskipun kalah satu poin dari SMA altavia sekolah yg udh menghancurkan vira sebenarnya menang karena kecurangan SMA altavia jadi mng.sebel!!simple sebenarnya ceritanya cuma pengembangannya bagus membuat cerita itu jdi ngalir.selengkapnya baca sendiri ya bocoran ya smpe di sini aja.hehe.......

  • Devina
    2019-03-08 12:52

    Simple, tapi memikat.. Ceritanya ngalir dan enak buat di ikutin.. Khas remaja banget. Plus detail2 basket nya yang complete banget.. Suka ama tokoh Vira yang walaupun sempet down tapi akhirnya dia bisa bangkit dan nunjukin ke mantan temen2nya kalo dia bisa bertahan. Cuman yang kurang menurut aku malah kisah asmaranya. Terlalu kental dengan basket membuat buku ini sedikit sekali membahas kisah asmara Vira. Semoga di Lovasket 2 bakal lebih seru cerita asmara nya.Buku ini juga mampu buka mata aku tentang apa, siapa, dan bagaimana sahabat sejati sesungguhnya. Sahabat yang ada saat susah dan senang, sahabat yang tidak bakal mencampakkan kita saat kita terjatuh dan berada dibawah.. Muak setengah mati sama temen2 Vira yang cuma ada buat dia saat dia jaya dan ada diatas, dan pergi saat dia jatuh..

  • Clarissa Candrian
    2019-03-15 12:47

    Merana abis baca buku ini. Temen menyarankan baca ini soalnya keren. Well bukan gue banget!HAHAHATapi ntah kenapa I did survive! Ada skip beberapa paragraf karena aku ga suka baca pas main basket. Tapi lama-lama, bahkan adegan main basketnya pun bikin aku kagum. Well, that is the story. Maksudku, itu kan emang tentang basket. Nah. Mulai saat itulah aku mikir, well, you have to read the scenes one by one. Tapi, akhirnya jatuh cinta juga sama novel ini.Aku bikin filmnya juga, loh. Tapi di otak sendiri.Anyway, ini novel Luna Torashyngu pertama yang kubaca.Cheers!

  • Natya Natya
    2019-03-10 10:49

    ;D

  • Windi
    2019-02-25 12:46

    FAVORITKU SEPANJANG MASA. Seolah gak ada kurangnya~

  • Syaysrysma
    2019-02-27 09:42

    Savira Priskila, atlet basket yang sangat berbakat yang berasal dari SMA Altavia,sekolah paling elit di Bandung. Dia telah menganggap bahwa basket adalah hidupnya. Sampai pada suatu hari,papanya dipenjara karena tuduhan korupsi. Saat itu, hancurlah masa depan bagi Vira. Tak hanya sampai disitu, pacar dan sahabatnya pun meninggalkannya karena masalah papanya ini.Ia down dan meninggalkan semuanya, termasuk basket yang telah menjadi bagian hidupnya.Ia menjadi anak pendiam dan pemurung. Hidupnya tak lagi tertata seperti dahulu. Ia juga tak percaya dengan yang namanya persahabatan.Adalah Niken,ketua Osis disekolah baru Vira. Ia sedang menghadapi dilema lantaran kebijakan baru dari kepala sekolahnya yang ingin mengurangi jumlah ekskul disekolah itu. Termasuk ekskiul basket yang diketuai oleh Rei,sahabat baik niken. Untuk menyelamatkan ekskul itu, Niken berusaha mati-matian untuk membujuk Vira masuk dalam ekskul basket tersebut karena Niken tau Vira itu jago basket. Namun hal itu tidak mudah, mengingat metal Vira yang sudah down, juga keputusan yang telah diambil oleh Vira bahwa ia tidak akan bermain basket lagi. Tak lama setelah itu, terdengar kabar bahwa Diana, sahabat Vira saat masih di Altavia dulu, bunuh diri dengan meloncat dari lantai 3 gedung sekolah Altavia sa\etalah sebelumnya sempat menelepon Vira. Dari kejadian ini, Vira akhirnya bisa mendapat pelaharan bahwa ia harus menghargai hidupnya. Akhirnya Vira mau menerima ajakan Niken untuk masuk ekskul basket. Bukan karena semata-mata ingin membebaskan ekdkul itu dari penghapusan, tapi karena Vira ingin membalas dendam pada Stella, rivalnya dari Altavia di pertandingan basket yang akan diikuti oleh sekolah Vira. Masuknya Vira ternyata sempat membuat perpecahan diantara tin basket disekolahnya. Namun itu tak berlangsung lama. Perpecahan dapat disatukan walaupun masih ada sedikit keegoisan. Tapi akhirnya mereka menjadi tim yang kompak. Mereka menjadi kambing hitam bagi sekolah lain di pertandingan basket se-Bandung raya. Satu persatu pertandingan dapat dilewati dengan kemenangan. Akhirnya sampai mereka di babak final, dan akhirnya Vira dapat bertemu rivalnya yang ditunggu-tunggu. Namun ternyata Vira tidak datang. Ada masalah internal katanya. tapi Vira yetap datang di pertandingan itu. The Battle Has Began. pertandingan yang sesungguhnya telah dimulai. Sayangnya sekolah Vira kalah. Namun mereka tetap menjadi pemenang bagi para pendukungnya. Dan semua berakhir seperti semestinya......Vira mendapatkan kebahagiannya kembali karena tuduhan ats papanya ternyata salah...Niken mendapatkan cinta sejatinya yaitu Rei... Orang yang sangat dicintainya....Jadi teman...Kaedaan saat kita down itu jangan selalu membuat kita terpuruk...masih banyak jalan di depan yang harus kita tempuh....So.. lihatlah ke depan jandan berpihak pada satu masalah saja....

  • Hana Feberia
    2019-03-15 05:04

    novel pertama Luna Torashyngu yg gw baca. heran juga sama penulis ini, produktif bgt ya sampe bikin trilogy lovasket dari 1-6. karena penasaran bgt jadi pengen baca juga. walaupun gw sama sekali ga ngerti ttg basket.teenlit ini emang teenlit abege bgt dengan segala macem khayalan. tokoh2 yg kaya, oh orangtua nya yg kaya maksud gw, cewek2 paling eksis, nge-gang, dsb lah.cara penulisannya, menurut gw plot nya terlalu pendek dan gantung, antiklimaks, masih cerita plot A tiba2 udah masuk ke plot B aja.yg gw permasalahkan adalah...sebenernya siapa target pembaca teenlit ini?kalo dari yg gw lihat, yg baca teenlit ini kebanyakan anak SD-SMP-SMA well kalo anak SMA mungkin sudah lebih mengerti, tapi kalo buat anak SD-SMP menurut gw bahasa dan pembahasan dalam teenlit ini terlalu explicit dan kurang mendidik karena terlalu banyak menonjolkan ttg kekayaan, pergaulan bebas, gengsi, dsb.pemilihan kata nya juga terlalu explicit, contohnya waktu Diana bilang ke Vira kalo dia hamil dan dia lupa dihamilin siapa, and then dia nyebutin beberapa nama cowok yg mungkiin menghamili dia, lalu dia bilang gini "Mungkin lo sekarang ngira gue udah jadi perek atau cewek gampangan"well at least for me the 'perek' word is... too much explicit. you know, banyak kata ganti lain yg bisa dipakai mengingat pembaca bukan kalangan 19+ saja.bagaimana kalo anak2 SD atau SMP yg baca teenlit ini cari tau apa itu perek lalu dia pake kata2 itu buat bully temennya.belum lagi ada adegan bunuh diri segala. haduh... serem.jadi gw kasih 1 bintang aja karena menurut gw ini ga cocok disebut teenlit. menurut gw.tapi ini kan teenlit Luna tahun 2007 ya jadi tulisannya masih acak2an, kalo dilihat novel tahun 2011 sampe 2014 sih tulisannya udah banyak berkembang kok.gw ga tau juga, teenlit ini kan udah beberapa kali cetak ulang, kalo tahun 2015 ini kalian ke toko buku kemungkinan besar pasti masih nemuin kok teenlit ini, cuma cover nya aja beda. nah, gw ga tau juga deh tuh di buku cetakan baru itu bahasa nya udah banyak diganti atau sama aja dengan cetakan pertama, semoga aja udah di ganti sih ya :)

  • Wenny Widy
    2019-03-22 11:00

    Savira Priskila adalah salah satu siswa SMA Altavia, SMA swasta termewah di Bandung. Bersama gengnya, The Roses, ia menjadi cewek paling berpengaruh di SMA tersebut. Apalagi ditunjang dengan kekayaan ayahnya yang merupakan direktur Bank Central Buana, dan hubungan dekatnya dengan Robi yang merupakan anak dari pemilik Yayasan SMA Altavia. Dia juga atlet basket SMA tersebut dan telah menyabet gelar top scorer dan most valuable player di ajang kompetisi basket SMA se-Jawa-Bali. Kurang apa coba?Nah, masalah dimulai ketika ayah Vira dituduh melakukan tindak korupsi. Seluruh kekayaannya, sampai baju-bajunya, disita oleh pihak kejaksaan. Ia dan ibunya harus pindah ke rumah kecil di perumahan sederhana sambil jualan lotek untuk menyambung hidup. Tak cukup sampai di situ, Robi, pacarnya, tega memperlakukannya sebagai sampah. Stella, temannya di The Roses juga memperlakukannya dengan sadis demi memeroleh kaus emas basket SMA Altavia. Puncaknya adalah ketika ia dikeluarkan dari SMA Altavia karena kasus ayahnya dianggap telah mencoreng nama sekolah.Akhirnya ia pindah ke SMA 31 Bandung, SMA pinggiran dan tak terlirik sama sekali. Di sana, ada satu masalah yang membelit siswa-siswinya. Kepala sekolah berencana akan menghapus separuh dari jumlah kegiatan ekstrakulikuler agar tidak boros biaya. Semua siswa yang ikut ekskul jelas kalang kabut dibuatnya, termasuk siswa yang ikut ekskul basket. Mengingat ekskul itu tidak pernah mencetak prestasi, mereka pun ketar-ketir.Niken, sang ketua OSIS, melihat kemampuan Vira sebagai pemain basket berbakat. Niken pun mengajak Vira untuk bergabung dengan tim basket SMA 31. Sayangnya, Vira nggak mau. Katanya basket bisa membangkitkan kenangan buruknya tentang sekolah lamanya.baca review selengkapnya di http://widybookie.blogspot.com/2013/0...

  • Meeey
    2019-03-23 10:56

    Dalam novelnya yang berjudul LOVASKET ini Kak Luna mengemas cerita cinta remaja dengan rapi dan menarik sekali apalagi ditambah dengan sentuhan OLAHRAGA BASKET yang banyak diminati kalangan remaja. Kak Luna mengisahkan tokoh utama bernama Savira Priskilla, puteri tunggal seorang Direktur Bank Central Buana. Ia mewakili SMA Altavia, sebuah SMA Elit di Bandung dalam Turnamen Bola Basket se-Jawa-Bali dan menjadi pemain terbaik dan top score. Vira merupakan ketua dari geng The Roses, geng yang sangat perpengaruh di SMA Altavia. The Roses yang berannggotakan Vira, Amel, Stella, Lisa, dan Diana ini sangat hobi hangout, shopping, nonton, clubbing, pokoknya suka have fun dan party-party. Terlebih Vira juga menjalin hubungan dengan Robi anak kelas 3 sang atlet basket, putra dari ketua yayasan sekolahnya jadi tak heran jika ia menjadi top girl di SMA Altavia.Suatu hari, hidup Vira yang mewah berubah drastis. Semua harta benda orang tuanya disita. Ini karena Papa Vira dituduh korupsi, hingga membuatnya harus mendekam di penjara. Tak hanya itu, Vira harus rela dikeluarkan dari SMA elit itu, dan tinggal dirumah kontrakan kecil seadanya bersama ibunya. Sahabat Vira menjauh kecuali Amel. Sejak saat itu Vira amat membenci basket.Kini Vira sekolah di SMA 31. Dia menemukan teman baru, Niken, yang dalam ini menjadi sang ketua OSIS. Di akhir tahun pelajaran akan diadakan penghapusan ekskul yang dianggap kurang berpengaruh, basket salah satunya. Disini keputusan Vira diuji. Atas bujukan ibu dan Niken akhirnya Vira kembali bermain basket. Dan membuatnya dekat dengan Rey yang merupakan atlet basket cowok. Kedekatan Vira dengan Rey membuat Niken yang selama ini memendam cinta untuk Rey cemburu, yang sempat menimbulkan konflik. Gimana cerita selanjutnya? Let’s read! :)

  • Anunciata Trixie
    2019-03-15 11:02

    Aku akan mulai dengan fakta kalau aku tidak suka teenlit. No thanks. Romansa, pacaran pas sekolah, cinta segitiga atau apalah. Panggil aku anak kecil yang gak ngerti apa-apa tapi itu kenyataan. Saat beli buku ini pikiranku lagi terfokus pada "cari bacaan apa saja apa saja boleh yang penting kamu gak bakal bosan" jd yah gitu.Tapi Lovasket ini something else. Luna Torashyngu itu something else. Karakter utama novel ini itu seorang gadis kaya yang terbiasa dengan hal-hal baik, yang the best of the best, tapi tiba-tiba nasib memutuskan, "oke, fun's over". Dia jadi kehilangan semangat, nggak antusias belajar, dan bahkan cintanya untuk basket pun mulai memudar. Tentu saja...sampai ada rentetan kejadian yang praktis mendorong dia masuk lagi dalam arena permainan.Di sini pengarangnya santai, relaks, bahasanya nggak terlalu formal tapi juga nggak terlalu gaul, jadi pas gitu. Tapi itu pendapatku doang sih. Jadi....Yah.Tapi yang paling kusuka dari semuanya adalah: novel ini nggak seluruhnya tentang romansa. Bahkan implikasi bahwa romansa itu ada lumayan sedikit dan nggak terlalu jelas. Ceritanya yang solid itu bener-bener terfokus di basket, perkembangan karakter, dan memberikan satu atau dua pelajaran tentang hidup buat pembacanya. Plot-nya jelas. Bener-bener WOW. Ini cocok buat remaja. Cocok buat anak-anak yang bahkan lebih muda dari aku sekarang. Cocok buat orang dewasa, bahkan (sekali lagi, ini pendapatku doang, jadi...yah).Jadi, aku suka Lovasket ini. Nggak BANGET, tapi suka. Definitely nggak nyesel udah beli ini.

  • Tiara Orlanda
    2019-03-26 04:55

    Buku ini menceritakan tentang Vira, seorang jagoan basket di sekolah elitenya dulu di SMA Altavia. Karena papanya dituduh melakukan korupsi, Vira terpaksa kehilangan harta bendanya karena disita, termasuk harus pindah ke sekolah pinggiran dimana biayanya tidak akan terlalu mahal. Vira mulai gak semangat melakukan apapun termasuk jadi membenci basket juga.Hari-hari awal Vira di SMA 31 tentu berbeda dengan di Altavia. Vira harus mulai belajar beradaptasi dengan sesuatunya disana. Tapi akhirnya disana ada seorang teman yang bisa membantu Vira untuk bangkit lagi.Niken mengajak Vira untuk gabung di klub basket SMA 31 dimana anggota ekskulnya sendiri kemampuannya sangat jauh di bawah Altavia.Akankah Vira akhirnya bergabung dengan ekskul basket SMA 31 ?Buku ini termasuk salah satu buku yang menyenangkan untuk dibaca.Covernya lumayan suka, gak ada typo, menggunakan POV 3 dan alur beberapa maju dan mundur. Endingnya lumayan lah ya :) Gak terlalu ‘ketendang’ cuma have no idea juga untuk ending lain :pDi buku ini jadi tau tentang basket dan istilah-istilah yang dipakai dalam basket. Dari buku ini juga belajar, bahwa teman yang bersama kamu di waktu senang, belum tentu teman yang akan ada di waktu kamu sedih.

  • Ashan He
    2019-03-18 12:44

    Sebelumnya pernah beberapa kali membaca novel ini tapi selalu gagal karena bagian awal dari cerita tentang Savira Priskilla ini cukup flat, mengisahkan kehidupan borju Vira dengan segala hal yang serba wah dan mewah. Hidup empat tahun di tempat yang sama dengan setting lokasi novel ini bikin saya merasa 'kecil' karena pergaulan saya tidak seluas dan seliar Vira. #abaikanDi bagian kehidupan Vira berubah seratus delapan puluh derajat karena kasus yang menjerat ayahnya, cerita mulai terasa menarik. Ada banyak perasaan yang muncul dari simpati, marah, dan kecewa serta bahagia. Simpati karena Vira harus menjadi bukan siapa-siapa selepas didepak dari SMA Altavia dan tinggal di sepetak rumah yang tidak seberapa. Marah dengan pacar dan teman Vira yang nyatanya mau bersahabat karena kepentingan tertentu. Kecewa dan bahagia karena Vira berubah menjadi orang lain tapi bahagia karena perubahan itu lambat laun membuatnya menjadi orang yang lebih baik.Lanjutkan baca di; http://latestbookmark.blogspot.co.id/...

  • Yustie Amanda
    2019-03-14 09:41

    3,5 bintangggada dua pov. pertama Vira, anak basket SMA Altavia ini dikeluarkan dari sekolahnya gara-gara ayahnya dituduh korupsi. Niken, ketos di sekolahnya dan dianggap tdk adil gara-gara lebih membantu ekskul sahabatnya, basket, yg terancam dihapus.Mereka akhirnya sahabatan.Di sini lebih ke penemuan apa yg sebenernya disebut sahabat, bener-bener sahabat. terus ada romancenya juga dikiiiitt.oya, aku setuju vira sama kak aji, lebih ada kemistrinya sama kak aji, lagian kak aji keren dimataku._.cerita nikennya gak seseru vira. trs beberapa ceritanya kjg ayak masih ada lubang, kurang sempurna, tapi cukup memikat._. dan penyimpanan fakta untuk dikasih tau di waktu-yang-tepat juga oke, bagus.cerita blm selesai, masalah Hera blm diceritain dan Stella juga masih bersifat musuh.

  • Nur Khalimah
    2019-03-19 05:03

    Vira merupakan “top girl” di sekolah. Statusnya yang ketua geng putri The Roses, atlet basket andalan sekolah, dan pengurus OSIS bidang olahraga membuatnya jadi “orang paling berpengaruh”, paling tidak di kalangan putri. Belum lagi kedekatannya dengan Robi, putra ketua yayasan yang menaungi SMA Altavia, membuat Vira seakan jadi “Ratu” di sini.Pesta, clubbing, jalan-jalan di mal, shopping, dan sederet kegiatan fun lainnya merupakan kegiatan rutin The Roses. Geng yang beranggotakan Vira, Stella, Diana, Amel, dan Lisa biasa disebut “penguasa” SMA Altavia. Kelima anggota geng ini mempunyai latar belakang keluarga yang berbeda-beda, dank arena perbedaan itu The Rose dianggap paling powerfull. Geng yang mempunyai motto “BE PARTY, BE HAPPY!” tidak pernah mundur dari acara-acara pesta ulang tahu, yang intinya senang-senang….

  • Indah Dewi
    2019-03-02 05:46

    berhubung ini novel teenlit, dan saya ga terlalu yang gimana banget sama novel teenlit jadi saya kasih rate segini aja hehe. tapi jujur aja, novel ini tuh bagus banget loh buat ukuran teenlit (ini saya baru beberapa bulan ini baca padahal Lovasket termasuk novel keluaran lama *sigh*) saya enjoy ngebacanya cuman kurang sreg aja sama nama geng-nya *plok* trus yang saya ga suka lagi, pas si Vira membahasakan dirinya atau menyebut drinya "Vira" sama mantan pacarnya yang brengsek itu, kayaknya lebih enak manggil "aku" atau "gue". pokoknya ga nyaman aja sih membayangkan bagaimana si Vira membahasakan dirinya dengan "Vira" bukan "gue" atau "aku" hmmm.. mungkin ini masalah selera kali yaa... hehe. tapi overall, saya syuukkaaa sama novel ini meskipun endingnya bisa ditebak oleh saya :) meskipun teenlit bukan novel yg saya suka-suka banget hhe :)

  • Sinta Nisfuanna
    2019-02-25 09:46

    Kalau baca sinopsis buku ini bakalan tertangkap sebuah cerita klise tentang cewek jago basket, andalan sekolah, yang harus keluar sekolah akibat Ayahnya menjadi tersangka pelaku korupsi. akibat harta kekayaannya yang terkena sita, si cewek ini harus pindah sekolah yang lebih "rendah" yang kemudian malah mengangkat tim basket sekolah barunya yang termasuk kategori pinggiran.Dari sana pasti sudah ketahuan bagaimana cerita ini bakalan berjalan. Namun yang menjadi nilai plus dari teenlit ini adalah cara Luna mengatur alur cerita, sehingga membuat cerita "klise" ini menjadi menarik dan menyimpan kejutan-kejutan di akhir kisah

  • Dian Putu
    2019-03-26 07:57

    Lovasket, dari judulnya udah ketahuan pasti cerita tentang Basket.Awal baca aku tersiksa banget, benar-benar cerita yg bukan sangat saya. Walaupun aku penggemar nonton basket. Tp cerita awal benar2 bikin boring. Sudahlah!Diluar itu aku salut sama Luna, penggambaran pertandingan basket, sampai teknik dan istilah2nya dia menguasai banget. Kayak dia itu udah profesional di dunia basket aja.Dan, Cerita Vira yg putus sama Roni, nggak bner2 jadian sama Rai, dan malah jadian sama Aji, semua sama sperti dugaanku.Mungkin kalau novel ini aku baca waktu aku SMA, ini jd novel juara untukku.

  • Dina Oktariani
    2019-02-26 13:02

    Ceritanya…bagus! Walaupun gak ngerti apa-apa tentang basket jadi mudeng dikit”lah hehehe. Jadi Vira ini yang awalnya orang kaya, ketua geng “The Roses”, pemain basket di SMA Altavia harus menerima perubahan hidupnya karena ayahnya ditahan dengan tuduhan korupsi.Vira dikeluarin dari sekolah, dan pindah ke SMA pinggiran. Vira jadi gak mood ngapa”in. terus ada Niken, ketua osis di SMA barunya Vira. Dia bertekad untuk membuat Vira balik ceria lagi kayak dulu. Dan… Niken berhasil! Hehehe. Udah gitu aja. Hehehe.

  • aisyah baisa
    2019-03-24 12:06

    baca buku ini awalnya seruuu. suka sma karakter fira. cuma dasarnya aku cuma ngefans buku luna torashyngu yg victory. jdi yg lain cuma sambil lalu. -_- novel luna itu bukan novel tipe romantika menye menye which is i love. novel luna itu amazing sbenernya. dia bisa detail menceritakan about detektif or basket. tpi tetep bkan novel 'tipe' ku. anyway back to the review aku suka novel ini meskipun endingnya malesin. trus coba baca lanjutannya yg ke 2 msih lumayan lah. walo nggak sebagus yg pertma. tpi trus baca yg ke 3 oomeeeeen. novel victory is the best of luna!

  • Alya N
    2019-03-22 12:57

    Gue tau buku ini pertama kali pas kelas 7 SMP. Eh, apa justru kelas 6 SD yah? Pokoknya gue belon cukup umur banget buat baca teenlit, then sepupu gue, pemilik ini novel, ga ngijinin gue untuk baca dengan alasan: u're still too green! hahahaBeberapa tahun kemudian, dan gue akhirnya beli Lovasket. And it actually seemed so cool. Milih tema basket, fake-friendship, cinta, keluarga. Ternyata all these things can blend each other. First impression baca Lovasket: suka.

  • Amanda Sheila
    2019-03-25 05:41

    Lah, perasaan dulu udah pernah review, deh. Hmm. Lovasket adalah salah satu Teenlit yang aku suka. Walaupun nggak sefavorit DeaLova, aku lumayan suka buku ini. Menarik dan aku sempat lihat FTV-nya juga. Bagus. Cuma ya gitu, agak terlalu "remaja" buat aku, apalagi aku sering baca buku yang sedikit dewasa jalan ceritanya dibanding buku ini. Kalau aku baca buku ini pas SMA pasti lain cerita. Overall I enjoyed it. :)

  • Gabriella
    2019-03-17 09:06

    Vira adalah anak yang paling populer di SMA Altavia, SMA yang paling ngetop di Bandung. Tapi ternyata hidupnya berbalik 180 derajat. Ayahnya dituduh korupsi sehingga dipenjara. Semua barang mahal miliknya disita.Terpaksa Vira harus pindah ke SMA 31, SMA yang untuk orang menengah kebawah. Di sana ia ketemu Niken, ketua OSIS SMA 31 yang memintanya terus untuk kembali bermain basket.Ceritanya bagus banget. Cara pengarang nyeritainnya juga bagus. Hehe. TOP BGT deh! XP

  • Septianing Tyas
    2019-03-09 04:49

    Baca novel ini juga pas jaman SMA. Tentu hasil pinjam teman dan ngantre dengan anak-anak penggila novel di sekolah. Hahaha.Ceritanya tentang cewek yang hobi main basket, kaya, terus tiba-tiba jadi miskin karena ayahnya bangkrut kayaknya.Dulu nggak sabar baca ending ceritanya karena udah nggak betah baca caerita bagian tengahnya yang isinya tentang teknik-teknik main basket apalah segala macem yang aku sama sekali nggak mudeng.

  • Linda Zunialvi
    2019-03-20 07:55

    Never too old to read teenlit. Asal... gak terlalu menye-menye aja, dan buku ini masih dapet feel-nya buatku.Senang rasanya Vira sempat terpuruk dan nggak temenan sama orang-orang sombong itu lagi. Serius rasanya pengin nampol mulut mereka atu-atu, apalagi si Stella tuh! Yang namanya kejadian buruk emang ada berkahnya, ya, Vir.. lo akhirnya dapet sahabat yang sebenernya dari kejadian buruk itu. ^^