Read Cruise Chronicle by Ruwi Meita Ida Wajdi Jia Effendie Gita Ramayudha Fajar Ramayel Dwi Anissa Anindhika Online

cruise-chronicle

Dahulu, dia pernah bercerita: “Ada sebuah jalan setapak mistis yang membentang sejauh dua kilometer dan menghubungkan dua desa. Konon, jalan itu bisa membuktikan cinta sepasang kekasih. Berjalanlah dari arah berlawanan dan bila kau setia, kau akan bertemu kekasihmu tepat di bawah sebuah pohon besar.”Dia berjanji, bahwa cinta kami begitu tulus hingga jalan setapak semacam iDahulu, dia pernah bercerita: “Ada sebuah jalan setapak mistis yang membentang sejauh dua kilometer dan menghubungkan dua desa. Konon, jalan itu bisa membuktikan cinta sepasang kekasih. Berjalanlah dari arah berlawanan dan bila kau setia, kau akan bertemu kekasihmu tepat di bawah sebuah pohon besar.”Dia berjanji, bahwa cinta kami begitu tulus hingga jalan setapak semacam itu tidak akan memisahkan kami. Namun, kini dia tak lagi di sisiku, dan aku harus menahan perihnya patah hati. Bagaimana bisa aku melupakannya, sementara ke mana pun aku pergi, dapat kuhidu aroma tubuhnya?...

Title : Cruise Chronicle
Author :
Rating :
ISBN : 9789797806682
Format Type : Paperback
Number of Pages : 296 Pages
Status : Available For Download
Last checked : 21 Minutes ago!

Cruise Chronicle Reviews

  • Dedul Faithful
    2018-11-24 01:52

    Seorang cewek yang gak bisa move on 10 tahun yang lagi jalan-jalan ama saudaranya di kapal pesiar mengelilingi Eropa, tiba-tiba harus dipertemukan dengan kenyataan bahwa ada seseorang di kapal itu yang akan mengubah segalanya dalam hidupnya. Las Olas De Estrellas adalah nama kapal pesiar milik seorang miliuner asal Dubai yang dinaiki tokoh utama, ternyata dia adalah .... Sedangkan Musha dan Sirens harus dipertemukan oleh takdir bahwa mereka akan saling mencinta, lalu apa hubungan mereka dengan si tokoh utama alias Reya? _____________Buku ini lumayan keren alur dan ide ceritanya, deskripsinya oke dengan diselipi segala macam sejarah seputar Spanyol, Italia, ama Prancis, plus ada dikit-dikit juga Jawa-nya. Dan yang bikin makin keren ada ilustrasinya juga. Pertanyaannya, kenapa buku ini bukan project STPC? Jawaban bisa ditemukan setelah membaca buku ini :)

  • Oktabri
    2018-12-14 05:57

    Sumpah, ini buku kurang ajar! Sialan! Bikin aku terdorong untuk segera menuntaskan ceritanya. Dan setelah tuntas, senyum puas melengkung lebar di wajahku. Meski cukup banyak tokoh yang dimunculkan, tidak membuat bingung. Tentang latar, terlihat sekali jika penulis melakukan riset yang mendalam. Keseluruhan buku ini memuaskan.

  • ayanapunya
    2018-11-28 22:43

    pemaparannya menarik, hnya saja saya saya merasa ceritanya agak kurang masuk akal

  • Eri Cahyono
    2018-11-13 23:43

    Buku Ruwi Meita kedua.Ide nya tetap unik, saya diam-diam mulai suka gaya menulis Meita. Ceritanya juga mengalun sederhana, ga neko-neko tapi selalu menarik.

  • Nita Sweet
    2018-11-24 00:02

    Aku tak sengaja membeli novel ini dan aku menyukainya.

  • ahmad
    2018-11-14 02:53

    aku suka sekali blurbnya:Dahulu, dia pernah bercerita: “Ada sebuah jalan setapak mistis yang membentang sejauh dua kilometer dan menghubungkan dua desa. Konon, jalan itu bisa membuktikan cinta sepasang kekasih. Berjalanlah dari arah berlawanan dan bila kau setia, kau akan bertemu kekasihmu tepat di bawah sebuah pohon besar.”Dia berjanji, bahwa cinta kami begitu tulus hingga jalan setapak semacam itu tidak akan memisahkan kami. Namun, kini dia tak lagi di sisiku, dan aku harus menahan perihnya patah hati. Bagaimana bisa aku melupakannya, sementara ke mana pun aku pergi, dapat kuhidu aroma tubuhnya?---mbak Ruwi Meita nggak pernah gagal bikin saya dag dig dug bahkan di novel yang bukan horror sekalipun, tokoh Mas Langit dan Reya, super menakjubkan sekali, mampu membawa diri menjadi saya betah membaca berlama - lama, belum lagi tokoh Siren, dsb.quote dan prolog di novel ini menjadi pemikat penting, kak Ruwi pandai banget membuat sesuatu yang simple namun bisa membuat terpukau. baik dari setting, penokohan, konflik, dan quote, salute banget pokoknya!

  • Lelita P.
    2018-12-09 00:44

    3.5 bintang.Asyik bacanya, tipikal novel perjalanan yang beda dengan kebanyakan novel metropop di negeri ini. (Walaupun bisa dibilang, novel ini sangat drama Hollywood.) Plotnya juga enak dinikmati, penulis pintar menyusun plot sehingga mengikuti kisahnya asyik dibawa lompat-lompat dari berbagai POV tokoh-tokohnya. Twist-nya nggak terlalu mengejutkan tapi itu nggak terlalu mengganggu; novel ini tetap nyaman dibaca.Suka perjalanan dengan kapalnya, deskripsi kota-kota yang dikunjungi, juga hubungan tokoh-tokohnya. Mungkin kurang deskripsi kapalnya aja ya... dan meskipun saya suka cerita latar belakang tokoh yang berbeda-beda, kok rasanya kurang tecermin dalam karakterisasi. Merasa dialognya kurang "witty". Hahaha. ---> kebanyakan nonton drama HollywoodPilihan yang lumayan bagus untuk mereka yang mencari novel metropop antimainstream.

  • Aya
    2018-11-16 22:43

    Dua buku Ruwi Meita yang gue punya bergenre misteri dengan sedikit bumbu mistis. Tapi ternyata yang ini lain!Terkecoh dengan kata 'mistis' di blurb-nya, buku ini sama sekali tidak memiliki kesan itu. Ini adalah murni cerita romansa antara dua orang yang terpisah karena tidak direstui orang tua. Biasa dan kurang greget.Yang berkesan buat gue justru kisah Sirens dan Musha (tokoh pelengkap), terutama di hal.247 ketika Reya marahin Musha karena terlalu polos dan ga bisa menangkap sinyal dari Sirens.Setelah baca buku thriller korporasi kemudian lanjut baca Cruise Chronicle jadi berasa 'turun'. Untungnya tertolong dengan setting kapal pesiar yang berlayar dan berhenti di beberapa kota di Eropa.

  • farida _271
    2018-11-20 04:47

    Kelebihan cerita ini dibanding cerita yang lain adalah konsep ber­-setting kapal pesiar yang diangkat dan ditunjang dengan kisah dari 4 tokoh yang berbeda yang membuat cerita ini menjadi manis. Dalam cerita ini Gua Luweng Jaran yang berada di Pacitan disebutkan, sebagai warga asli Pacitan aku merasa tersanjung dengan hal seperti ini. Terimakasih Kak Ruwi telah menyebutkan Pacitan dalam cerita ini. Meskipun ada 4 tokoh dengan cerita yang berbeda kalian tidak usah bingung karena di sini kak Ruwi memisahkan kisah mereka dalam bab yang berbeda. tapi setelah mereka bertemu (ibarat sinetron mereka berempat sudah bertemu dalam satu scene/frame) baru di campur. Novel kedua yang aku baca yang setting tempat berada di kapal pesiar. Aku rasa hal ini masih terlalu jarang diambil.

  • Afrianti Pratiwi
    2018-11-24 03:57

    Ini buku kedua karya Ruwi Meita yang saya baca. Berbeda dengan buku sebelumnya yang berjudul, Ruma Lebah, saya menemukan beberapa kerumitan dalam buku ini. Ya, buku ini penuh teka-teki hingga terbongkar satu persatu pada setiap babnya.Membuka bab awal buku ini, saya disuguhkan dengan sketsa unik soal kapal pesiar (saya lupa tepatnya di kota mana). Keindahan sketsa itu sontak membuat saya membayangkan rasanya naik kapal pesiar keliling eropa. Perjalanan inilah yang dirasakan Reya dan Vini, berkeliling eropa dengan naik kapal pesiar mewah hadiah dari sebuah majalah. Reya sendiri merupakan seorang pimpinan redaksi majalah perempuan terkenal, sedangkan Vini adalah sepupunya.Alsan Reya mengajak Vini sangat sederhana, karena tak ada yang bisa diajaknya untuk berpetualang. Perjalanan di dalam kapal pesiar ini tidak begitu sederhana. Seorang pengusaha dan pejabat negara keturunan indo bernama Jhonny Draco, juga sedang menikmati kemewahan kapal pesiar ini dengan seorang model cantik bernama Shirens.Tidak hanya itu, kapal pesiar ini pun dijalankan atas suruhan seseorang bernama Hamid Khan yang memiliki tanggung jawab. Hamid Khan merupakan anak dari Emir Khan, seorang pebisnis dan kepala negara yang tidak ingin keberadaannya dipublikasikan. Oleh sebab itu, Hamid Khan hidup dalam kepura-puraan dan penyamaran, agar identitasnya tidak diketahui publik. Di sisi lain, seorang pemuda bernama Musashi pun berniat menaiki kapal pesiar demi mengejar seseorang yang dicintainya.Cerita dalam buku ini dituturkan secara selang-seling. Dimana bab pertama diceritakan soal Reya dan Vini, kemudian bab selanjutnya soal Shirens, selanjutnya Hamid Khan, selanjutnya soal Mushasi, begitu seterusnya. Hal inilah yang membuat saya tidak ingin berhenti membacanya hingga tuntas, karena semakin saya membaca semakin besar pula rasa penasaran saya akan akhir buku ini.Memang sih, buku ini memberiikan akhir yang sederhana, tetapi konfliknya cukup membuat saya gemas dan ingin segera mencapai akhir. Beberapa bab menceritakan soal Langit, kekasih Reya yang menghilang setelah lamarannya ditolak oleh ayah Reya. Hingga pertemuan itu terjadi dengan sangat tiba-tiba dan ternyata sudah disusun sedemikian rupa oleh Langit.Prolog dalam buku ini juga sangat mengena, soal sepasang kekasih yang melewati "Jalan Kekasih" (kalo nggak salah ingat) untuk membuktikan cinta mereka. Jadi, jalan itu memiliki dua ujung di dua desa yang berbeda. Si laki-laki berjalan melalui satu ujung di desanya, sedangnya si perempuan juga berjalan melalui ujung satunya lagi di desanya. Apabila sepasang kekasih itu mencapai suatu pohon yang sama di tengah jalan tersebut, maka cinya mereka abadi. Namun, apabila mereka tidak bertemu, artinya salah satu dari mereka pasti melakukan sebuah kebohongan atau ketidaktulusan.Kenyataannya, mereka tidak bertemu di pohon tersebut. Timbullah prasangka buruk pada masing-masing dari mereka. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menikah dengan orang lain. Akan tetapi, beberapa puluh tahun kemudian, pasangan mereka masing-masing telah meninggal, mereka masih memendam cunta dan mencoba sekali lagi melewati "Jalan Kekasih". Lalu, apa yang terjadi? Mereka bertemu di sebuah pohon di tengah perjalanan. Mereka dipertemukan dengan keadaan sudah tua dan keriput.Artinya bahwa setiap cinta membutuhkan pengorbanan meski tidak saat itu juga terjadi.Well, saya suka novel ini. Lebih suka lagi dengan pembatas novelnya yang berbentuk jangkar.

  • Pradnya Paramitha
    2018-11-27 04:53

    C R U I S E C H R O N I C L EReya, pimpinan redaksi majalah perempuan yang mendapat hadiah dari klien parfum sepasang tiket berlayar dengan kapal pesiar yang mewah (lupa namanya) dan keliling eropa. Sayangnya, karena singel alias jomblo, Reya pergi bersama sepupunya, Vini. Reya berharap perjalanannya di kapal ini dapat membantunya untuk move on dari Langit, kekasihnya yang menghilang sepuluh tahun silam. Hamid Khan, putra angkat Emir Khan pengusaha sukses dari Dubai yang berhasil mengembangkan satu kapal pesiar Emir menjadi lima kapal. Sejak itu Hamid menjadi orang kepercayaan Emir. Tapi menjadi seorang Khan memerlukan bayaran kebebasannya. Sirens, model majalah laki-laki dewasa, seorang wanita yang mengidap kelainan (menurut saya) karena suka makan tisu semata-masa untuk menjaga bentuk badan. Seorang perempuan pemimpi yang bertekat mengejar mimpinya, tapi terlalu takut untuk meninggalkan zona amannya. Musha, staf Reya di majalah, seorang fotografer penyuka obyek ekstrim yang kesasar menjadi fotografi makanan. Tujuannya di kapal ini adalah untuk mengejar cinta Reya. Draco, pengusaha Indonesia yang licik dan sedang menjadi buronan KPK akibat dugaan pencucian uang. Draco bisa mendapatkan perempuan manapun yang dia inginkan. Tapi hanya kepada Sirens ia merasa terikat.Empat orang, empat cerita, empat latar, empat tujuan, dan satu kapal pesiar yang mempertemukan keempatnya. Review:Buku ini dituturkan dengan cara menarik. Entah apa yang membuatnya asik dibaca. Narasinya sederhana. Alurnya juga membuat penasaran. terutama di scene masa lalu Reya dengan Langit. By the way, bagus banget nama Reya ini. Nama Langit juga. Narasinya banyak, tapi nggak bikin saya skip-skip bacanya. Konflik yang disodorkan juga bagus. Meski sebagian besar soal cinta, tapi empat tokoh yang berjalan disana punya jalurnya sendiri-sendiri. Punya sudut pandang sendiri-sendiri dan punya masalah sendiri-sendiri.Tapi ada bebera keanehan yang kurang menyenangkan. Pertama, agak heran kenapa penulis, lewat pikiran Sirens, mengatakan kalau Musha adalah pria yang dingin. Padahal kayaknya dia cukup hangat. Lucu juga. Nggak misterius juga. Ya, standara lah. Dan Sirens, yang digambarkan sebagai orang nggak bisa mengambil resiko, kurang sesuai aja. Seharusnya dua sifat ini bisa sangat menarik kalau terbangun dengan baik. Tapi...ya gitu deh. Karakter kurang tereksplor dengan baik. itu aja paling. Eh, satu lagi ding. Twist-nya ketebak dari awal. Tapi nggak masalah. tetep asik kok diikuti. 3,7/5

  • wali_yeah
    2018-12-10 06:01

    Yang nggak suka sama buku ini biasanya pembaca selera pasar, yang biasa baca roman picisan macem cinta-cintaan dengan latar belakang luar negeri getuh dah, dengan tokoh cowok yang maha sempurna..bla..bla..bla. Because this book not klise like that!!!Ini merupakan salah satu novel romance fiksi terbaik dan amat sangat nggak kampungan dan murahan seperti romance penulis lokal lainnya. Setiap tokoh membawa plot masing-masing yang nantinya akan bersatu dalam satu plot cerita. Penokohan yang kuat karena setiap tokoh membeberkan masa lalu yang kelam membuat kejutan di setiap bab-nya. Kalau boleh jujur plotingan crusie chronicle ini mirip sekali dengan film crash sejumlah tokoh dalam satu tempat dengan benang merah masa lalu yang kelam. Over all nggak rugi dah baca kisah reya yang di kerubuni sama tokoh dengan masa lalu tak terduga.

  • Katherine Sumartonjo
    2018-12-08 03:54

    Pertama kali liat buku ini di gramed dan liat cover serta baca sinopsisnya, gue langsung menyatakan buku ini sebagai "buku yang harus gue baca". Rasanya langsung pingin ke kasir sambil bawa buku ini dan bawa pulang buku ini dengan bahagia, tapi... *rogoh kantong* *ternyata cuma ada gope* *harganya goban* *Dengan berat hati naro lagi buku ini di rak.*Beberapa hari kemudian, dateng ke gramed abis kerja kelompok dan ternyata ada yang plastiknya kebuka. Langsung deh, ngambil buku ini dan duduk di kursi yang ada selama 2 jam lebih dan pas buku ini selesai rasanya.... kyaa puas banget.Sedikit kekurangan buku ini cuma, kayak gue bisa nebak aja, beberapa hal yang bakal kejadian, tapi serius deh, buku ini recommended.

  • Fabiola Izdihar
    2018-12-14 02:45

    Seperti nggak menemukan kekurangan satupun dari novel ini. Dari awal sampe akhir aku bener2 gabisa nutup novel ini, setiap halamannya selalu bikin penasaran. Novel ini jenis novel yg memaksa pembaca untuk menyelesaikannya hari itu juga. Suka banget sama ceritanya. Seperti yg pernah dikatakan penulisnya, kak ruwi meita emg ngga mementingan susah engganya ending ditebak. Tapi proses nya itu. Endingnya emg mudah ditebak, tapi proses nya itu loh, aduh salut banget deh. Risetnya ngga main2. Aku mungkin kalo disuruh nulis begini udah pusing duluan ama risetnya. Aku selalu suka tulisannya kak ruwi, apalagi yg ini

  • Mel
    2018-12-02 02:47

    dua bintang bukan berarti buruk. masih dalam kategori toleransi. enak dibaca, perpindahan povnya juga jelas, walaupun terlalu banyak tokoh di dalamnya.agak lebay sih menurutku, terutama cerita kehidupan hamid khan. tapi ya sudahlah... di dunia ini apa sih yang nggak mungkin terjadi? baik buruk sudah jadi ketetapan Allah. *benerin jilbab*semula aku kesengsem sama mushashi bima (sumpah namanya keren banget!), yang karakternya gagah dan kuat, yang aku bayangin dia kayak... ah lupa namanya... tapi akhirnya down. ternyata tetap saja nggak sehebat kiri lamari! intinya, ruwi meita sebaiknya menulis thriller atau horor aja deh. biar novel romance jadi jatah penulis lain!

  • Klara Livia
    2018-11-18 05:41

    Ini novel unik banget!Ceritanya itu tidak klise. Penuh dengan tanda tanya, dan ketika menyelesaikannya rasanya puassss..Inti ceritanya tentang seorang bernama Reya dan Sepupunya (kalau gak salah. Udah lupa, hehe) yang liburan di kapar pesiar gitu..Kelebihannya, si penulis bisa membuat gaya bahasa yang nyaman untuk dibaca, lalu ide - ide ceritanya itu yang out of the box, meskipun mungkin aku ragu kalau di dunia nyata hal itu bisa terjadi.Tapi kenapa aku cuma kasih 4 bintang. Mungkin, karena ada bagian yang kurang puas. Terutama misteri si Sirens. Kenapa dia dan Reya bisa ..... Disaranin banget buat yang gak suka novel romance klise! This novel is killing!

  • Deta NF
    2018-11-30 05:53

    3.5 stars.Rahang ini selalu bergerak saat kamu geram. Mata ini selalu menyipit kala kamu sangsi dan bibir ini selalu terkatup saat kamu serius. Aku menghapalnya deperti aku menghapal lagu. Dan jika syair lagu itu berubah, maka aku tak akan mengenali lagu itu lagi. (Hal. 270).Terkesan dengan plot yang disajikan Mbak Ruwi. Teramat rapi. Juga riset mengenai kapal pesiar megah dan kehidupan di dalamnya yang luar biasa. Tak hanya itu, latar Eropanya bukan tempelan semata. Namun, bahasa dalam dialog sangat tidak konsisten. Banyak tanda tanya kecil yang tidak terpecahkan dan beberapa hal yang kurang masuk akal. Overall, bagus. Bagusssss. :)

  • Ainu Athifah
    2018-11-19 00:45

    Akhirnya kesampean juga baca novel ini huhuhu.Karena banyak yang merekomendasikan dan bilang kalau novel ini bagus, saya jadi penasaran dan akhirnya baca juga.Uhm, yah memang awalnya plotnya kayak udah kebayang banget bakal gimana, walaupun tema dan ide cerita yang diangkat memang beda dari yang lain dan bagus. Tapi, yah itu, jadi pas awal baca agak gimana gitu hehe. Tapi saya senang dengan kejutan-kejutan yang terjadi wehehehe.Alur dan penjelasannya rapih. Bahasa yang digunakan juga mudah dipahami jadi tidak memberi kesan salah pengertian hehe.Untuk kali ini, 3 bintang dulu :)

  • Yessy Niarty
    2018-12-05 22:52

    Ruwi Meita adalah salah satu penulis lokal yang sangat saya kagumi dari mulai ide hingga gaya penulisannya. Saya benar-benar terpaku dengan novel Rumah Lebah nya hingga membuat saya membaca Cruise Chronicle karena penasaran dengan tulisan-tulisannya yang lain. Lagi-lagi saya tidak kecewa karena Ruwi Meita selalu punya alur cerita yang tidak mudah ditebak dan membuat saya tak sabar untuk terus membuka lembaran demi lembaran novel ini.

  • Ayas Laras
    2018-11-29 01:01

    Membaca buku ini seperti berada diatas kapal pesiar yang berlayar.Perlahan.Perlahan.Blam. AAAA I LOVE LANGIT ! *seketika fangirling*Plot novel ini awalnya seperti mudah ditebak. Tapi ternyata tidak juga. Penulis membawa pembacanya perlahan-lahan, dinamis, berentetan. Gak ada yang terburu-buru. Seting tempatnya juga bagus.Ya pokoknya, pelukcium Langit,deh /gagalfokus/

  • Yuuki Rin
    2018-12-03 23:03

    Ceritanya manis. Suka banget.Setiap tokoh memiliki porsi tersendiri dalam ceritanya.Baper banget sama kapal pesiarnya. Asyik juga berlibur di atas kapal pesiar.Gak kalah keren sama novel misterinya.Rekomen banget buat kamu.Untuk review mampir ke sini ya http://hotarubookstory.blogspot.co.id...

  • Tiara Orlanda
    2018-12-09 05:00

    Review selengkapnya : https://bookishstory.wordpress.com/20...aku suka dengan twist di dalam buku ini. juga suka dengan detail ceritanya, bikin aku mudah membayangkan settingnya.

  • Yulistiani D. Indriasari
    2018-11-28 01:57

    Ceritanya unik, bikin penasaran sampai bisa dibaca dalam sekali duduk. Banyak sekali yang bisa terjadi dalam sebuah perjalanan dengan kapal pesiar. Penulisnya keren banget lah bisa mengemasnya dengan baik.

  • Christina Tirta
    2018-11-15 03:46

    Kisah dengan setting yang keren. Tapi, kalau boleh jujur, saya lebih suka karya Ruwi yang pertama (Rumah Lebah). Di sini saya merasa konfliknya agak tertutup sama kerennya setting dan detail serta terlalu banyak karakter.Eniwei, tetep keren dan harus baca kok :)!

  • Laras
    2018-12-09 01:08

    A bit bored at the beginning. Sorry to say but ceritanya kayak sinetron dan saya ga suka sinetron. Tapi selebihnya, i like. Part dimana surprise dan kebenaran terungkap, dan itu adalah yang paling saya suka. Karena tebakan saya untuk suatu novel mainstream romance kali ini ga ketebak dengan mudah.

  • Ameliarizka7
    2018-11-29 06:43

    ide cerita yang fresh, unik & menarikgak sekedar cerita romance biasa, tapi dibumbui dengan kisah perjalanan keliling eropa, fantasi, cerita rakyat.. TOP deh..lebih interest sama kisahnya Musahshi & Sirens.. need mmore stories bout them though

  • ratna ayu puspita
    2018-12-05 03:10

    latar travelingnya unik, nuansa indonesianya kerasa, penasaran sampai halaman terkahir

  • Finesta Biyantika
    2018-12-06 04:45

    Ah, suka sekali. Baru denger juga ada ya orang yang demen makan tisu. Ck.

  • Kaluki Lukari
    2018-11-29 02:08

    Ahhh.. Novel ini menjadi salah satu novel favorit saya.Ide ceritanya yang menarik, Plotnya yg gabisa ketebak, pokoknya the best deh...LANGIT I LOVE YOU

  • Muhammad Afif
    2018-12-04 06:04

    Lima bintang buat buku ini. Alur yang tak pernah gue pikirkan sebelumnya dan jarang berada di imajinasi gue